Menggunakan Papan Nama Dari Bahan Kayu

//

Toko, café, restoran, dan sejenisnya perlu memiliki papan nama, minimal satu yang berada tepat di depan toko, café, atau restoran tersebut. Hal ini dilakukan agar toko, café, atau restoran tersebut dikenal oleh orang lain. Karena bisa dibayangkan apabila toko, café, atau restoran tidak memiliki nama, tentu konsumen akan kebingungan mencari keberadaan lokasinya.

Papan nama memang sangat penting keberadaanya, tidak hanya bagi sebuah toko, café, restoran, namun berbagai bangunan lainnya seperti tempat pendidikan, tempat penginapan, instansi pemerintah, dan masih banyak lagi. Dengan papan nama yang diletakkan menempel atau tidak di depan toko, café, restoran, dan sejenisnya menjadi sebuah identitas atau tanda pengenal agar memudahkan konsumen mencari keberadaan dari toko, café, dan restoran.

Bahan yang digunakan untuk membuat papan nama yang dipakai di toko, café, restoran, dan sejenis berasal dari stainsteel, batu ukir, semen, kayu, dan lain-lain. Dari berbagai jenis bahan yang digunakan untuk membuat papan nama, kayu merupakan bahan yang sering dijumpai untuk pembuatan papan nama.

Jenis Kayu yang Digunakan

Kaligrafi dari Kayu, Sumber: Instagram/@sozoby

Ada beberapa jenis kayu yang cocok digunakan untuk pembuatan produk mebel Jogja dan juga cocok untuk pembuatan papan nama toko, café, restoran, dan sejenisnya, meliputi:

1. Kayu Jati

Kayu legendaris ini memiliki banyak peminat khususnya para penggelut bisnis papan nama. Warnanya yang coklat kemerahan menjadi daya tarik tersendiri. Selain itu kayu jati juga memiliki serat yang kuat sehingga akan tahan terhadap benturan. Selain itu, serat kayu jati ini juga memiliki aksen yang menarik, sehingga akan menambah kesan artistik bila digunakan dalam produksi papan nama.

2. Kayu Jati Belanda (pinus)

Kayu ini memiliki serat yang cukup indah. Sehingga apabila dilakukan finishing dengan warna yang natural akan menambah keelokan dari kayu pinus ini. Selain itu kayu pinus juga tahan terhadap hama sehingga cocok untuk pembuatan papan nama. Harus dipastikan kayu tersebut kering dengan sempurna terlebih dahulu agar cat menempel dengan rapi.

3. Kayu Mahoni

Kayu mahoni mempunyai warna yang kemerahan. Serat yang ditampilkan cukup bagus sehingga enak untuk dilihat. Selain itu, kayu mahoni juga memiliki pori-pori yang kecil sehingga permukaannya cukup halus sehingga cocok digunakan sebagai bahan pembuatan papan nama, Mimbar Masjid, furniture, dan lain-lain.

4. Kayu Mindi

Kayu mindi memiliki sifat yang cukup keras sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku papan nama. Corak kayu ini juga cukup bagus. Untuk masalah harga, kayu mindi memiliki harga yang lebih murah bila dibandingkan dengan kayu jati. Selain itu karena cukup keras maka berpotensi akan pecah bila tidak dirawat dengan hati-hati.

Pemasangan Papan Nama Dari Bahan Kayu, Sumber: parasadvertising.com

5. Kayu Cedar

Kayu cedar memiliki karakteristik yang tidak mudah terkena rayap. Hal ini membuat kayu cedar tidak mudah mengalami pelapukan. Aroma dari kayu ini juga segar, dan juga kayu cedar memiliki tingkat kelembaban yang cukup baik. Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, kayu ini sering digunakan sebagai bahan baku pembuatan papan nama.

6. Kayu Merbau

Masyarakat maluku dan papua sering menyebut kayu merbau sebagai kayu besi. Mereka menyebutnya dengan kayu besi karena karakternya yang cukup keras dan berat. Kayu ini memiliki warna kecoklatan, permukaan dari kayu merbau terbilang cukup kasar, namun apabila telah dilakukan finishing, maka permukaan kayu tersebut akan menjadi halus dan licin. Kayu ini juga cocok untuk bahan pembuatan papan nama.

Baca Juga: Mengenal Videotron, Papan Iklan Masa Kini

Kelebihan Penggunaan Kayu Sebagai Papan Nama

Penggunaan bahan kayu sebagai papan nama bukan tanpa sebab. Kayu digunakan sebagai bahan pembuatan papan nama karena memiliki beberapa keunggulan antara lain:

1. Mudah Untuk Dibentuk

Kayu mudah dibentuk, alasan inilah yang membuat pengrajin sering menggunakan bahan pembuatan papan nama dari kayu. Dengan membentuk huruf A – Z untuk papan nama, tentu membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sebab itu, menggunakan bahan baku dari kayu untuk papan nama tidak terlalu mengalami kesulitan dan waktu yang dibutuhkan untuk pengerjaan tidak terlalu lama.

2. Mudah Diberi Warna Menggunakan Berbagai Jenis Cat

Dalam pembuatan papan nama, tentu tidak monoton hanya pada warna tertentu seperti putih, hitam, merah, abu-abu dan lain-lain. Akan tetapi dikombinasi dengan warna lain, berhubung kayu mudah diberi warna dengan dengan berbagai jenis cat. Sehingga menjadikan kayu sering digunakan untuk pembuatan papan nama, agar papan nama yang dibuat lebih terlihat menarik dengan kombinasi berbagai warna. 

Papan Nama di Lobby, Sumber: Instagram/@reklametangerang

3. Berkualitas

Setiap kayu yang digunakan untuk pembuatan papan nama memiliki kualitasnya masing-masing, dari segi corak, warna, ketahanan, dan lain-lain. Tergantung jenis kayu yang digunakan, namun kayu penggunaan kayu sebagai papan nama karena kualitas kayu yang memiliki nilai lebih dari jenis bahan lainnya terutama dari segi corak dan warna kayu.

4. Kuat (Tahan Lama)

Pembuatan papan nama pasti memilih bahan yang harus kuat (tahan lama). Hal ini untuk mengurangi budget yang dikeluarkan oleh sebuah toko, café, restoran, dan sejenisnya. Karena biaya yang dikeluarkan untuk pembuatan papan nama tentu tidak sedikit, apalagi papan nama dalam ukuran besar.

5. Tampak Berkelas

Penggunaan papan nama dari bahan kayu yang disimpan di depan toko, café, restoran, dan sejenisnya akan nampak atau kelihatan lebih berkelas. Terutama bagi restoran yang membuat konsep modern, semi modern-tradisional, lebih-lebih tradisional.

Penggunaan papan nama dari bahan kayu cukup direkomendasi buat anda yang baru atau ingin mengganti papan nama untuk toko, café, restoran, homestay, dan lain-lain. Selain memiliki keunggulan yang telah disebutkan diatas, papan nama dari kayu juga hampir cocok masuk dalam segala konsep  toko, café, restoran, homestay, dan lain-lain yang anda miliki, baik konsep modern, konsep semi modern-tradisional, lebih-lebih konsep tradisional. Demikian ulasan dari kami, semoga bermanfaat untuk anda.

Leave a Comment